Untuk
kesekian kalinya KNPB menyebar isu Provokatif dan selalu mengeksploitasi
tuduhan yang tidak berdasar tentang genosida di papua lewat selebaran, Ungkapan
ini tak lebih hanyalah untuk membodohi masyarakat khususnya Papua. Kemampuan mempermainkan
kata dan menjungkirbalikkan fakta menjadi senjata politik KNPB untuk mencari
dukungan dan simpatik dari masyarakat yang tidak memahaminya sehingga ikut
berpartisipasi untuk melakukan demo yang akan dilaksanakan beberapa hari yang
akan datang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Papua
tertinggal dari daerah lain di Indonesia disamarkan dengan mengolah kata-kata sehingga
Pemerintah dijadikan kambing hitam bahwa hak hidup masyarakat Papua Barat
terancam dan dalam keadaan tertindas serta upaya pemusnahan.
Beberapa waktu lalu, kaka Jhon Kogoya pernah
menyampaikan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan papua masih tertinggal
dibanding provinsi lain di Indonesia antara lain :
1.
Pembangunan Papua baru dimulai sejak tahun 1961, akibat pendudukan penjajah
Belanda, yang tidak rela melepaskan kekuasaannya, pasca KMB. Sesuai keputusan
KMB, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, kecuali Papua, yg akan diserahkan
setahun kemudian, dalam rangka proses administrasi. Tetapi nyatanya, hingga
sebelas tahun kemudian, Belanda tidak mau angkat kaki dari Papua. Bahkan
berniat memisahkan Papua dari Indonesia dengan mendirikan negara boneka,
sehingga memaksa Indonesia mengeluarkan operasi Trikora.
2. Dari
segi SDM, kita orang Papua harus jujur mengakui, bahwa Papua baru mengenal
peradaban setelah Indonesia merdeka. Bandingkan dengan saudara2 kita dari
provinsi lain. Jauh sebelum orang Eropa tiba di Nusantara, mereka sudah
mengenal tulisan, menguasai management dagang, sebagai bangsa perantau terbesar
dan disegani. Bahkan kerajaan Mongol pun tidak sanggup menguasai Nusantara.
Kecuali Papua, jauh sebelum orang Eropa
menemukan Indonesia, seluruh suku di Nusantara sudah menguasai teknologi
tekstil, dan bisa membuat pakaian dari kain sendiri. Mereka mengenal teknologi
pertanian dan teknologi arsitektur.
Hingga saat ini, Borobudur sebagai karya Nusantara, merupakan salah satu
keajaiban dunia.
Jauh sebelum bangsa Eropa menemukan
Nusantara, suku bugis dan Makasar sudah melanglang buana hingga Madagaskar,
Afrika, Australia, kepulauan Fiji, bahkan tanjung California Amerika.
Bedanya dengan orang Eropa, adalah suku Bugis
& Makasar bukan bangsa penakhluk/ penjajah, tetapi sebagai bangsa
penjelajah. Di setiap daerah yang mereka temui, mereka melaksanakan interaksi
sosial yang menguntungkan.
Jauh sebelum orang Eropa tiba di Nusantara,
Pulau Sumatera sudah dikenal dunia sebagai Swarnadipa, artinya negeri Emas.
Dalam hal tata negara, jauh sebelum orang
Eropa tiba di Indonesia, kerajaan kerajaan Nusantara telah termansyur di dunia,
hingga puncak kejayaannya pada masa kejayaan Sriwijaya dan Majapahit.
Tetapi Papua tidak pernah berdiri secara
mandiri, sebagai institusi pemerintahan. Karena sebelum Indonesia merdeka, kehidupan
nenek moyang kita Papua, masih dalam kehidupan manusia Barbar, masa prasejarah,
hidup berkelompok kelompok, dan berpindah pindah, tanpa tatanan pemerintahan.
3. Faktor
geografis Papua yg terpisah-pisah oleh gunung dan jurang, yg mengakibatkan orang
Papua terpisah-pisah dalam ratusan suku, dengan bahasa yg berbeda pula, yg satu
sama lain tidak bisa memahami. Dan akibatnya, sering terjadi perang suku akibat
kesalahpahaman, perebutan wilayah, asusila, dan perebutan pengaruh. Hingga saat
ini, hukum positif seakan tidak berlaku di Papua, yg berlaku adalah hukum
rimba.
Faktor
alam tersebut juga menyebabkan sulitnya pembangunan infrastruktur sebagai
syarat utama memajukan ekonomi daerah.
4. Faktor
yang paling menghambat pembangunan di Papua adalah masih adanya pemberontak,
baik bersenjata maupun yg bergerak dalam bidang politik, yg selalu membuat
kekacauan di tanah Papua.
Orang cerdas tidak akan dengan mudah termakan
hasutan dari sekelompok orang yang mengajak kehancuran masa depan Papua, orang
yang bijaksana dan berwawasan luas adalah orang yang mau melihat pengalaman
Timor Leste yang setelah terpisah dari NKRI bukannya semakin maju tapi justeru
sebaliknya semakin memburuk baik dari segi perekonomian, pembangunan bahkan
keamanan dan kenyamanan baik masyarakat bahkan para pejabat pemerintahnya.
Stop segala upaya pembodohan terhadap
masyarakat, mari semua berpikir, tetap barsatu padu dengan berbagai ras, suku
dan agama yang hidup dalam keharmonisan dan saling bahu membahu membangun Papua
kearah yang lebih baik lagi dari saat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar