Dengan dalih
Pelanggaran HAM Berat / Genosida, inilah Opini yang selalu dikembangkan oleh
OPM untuk menyerang Pemerintah Indonesia dengan Menyebar Isu di dalam Negeri bahkan
sampai ke Luar Negeri baik melalui Media Online ataupun melalui duta-duta
Politiknya untuk mencari simpatik dan dukungan dari Dunia Internasional seolah Masyarakat
Papua dalam keadaan teraniaya bahkan
adanya upaya pemusnahan oleh pemerintah Indonesia, Seperti dalam postingan Media Online pendukung OPM tertanggal 21 Februari 2017 itu hanyalah Propaganda OPM seolah-olah Pemerintah Indonesia mengakui Pelanggaran HAM Berat, Kemampuan mempermainkan kata dan menjungkirbalikkan fakta menjadi senjata elite politik OPM untuk mencari dukungan dan simpatik dari masyarakat khususnya masyarakat Papua.
Bagaimana sekelompok
orang dapat menyimpulkan bahwa Indonesia memiliki niat untuk memusnahkan OAP
secara keseluruhan, atau sebagian OAP, jika sebagaimana tertulis dalam semua
hukum dan peraturan, bahwa kebijakan Indonesia terhadap Papua adalah untuk
mengembangkan politik, ekonomi dan sosial masyarakat Papua kearah yang lebih
baik.
Unsur
"tindakan" untuk melakukan
tindakan genosida juga tidak dapat dibuktikan. Ini dapat dengan mudah dilihat
dari ketidakcocokan kebijakan Indonesia di Papua dan pengertian genosida
menurut konvensi.
1. Unsur
utama dari tindakan yang sebenarnya (actus reus) genosida adalah "adanya pembunuhan kelompok".
Tidak ada unsur seperti dalam
kebijakan Indonesia di Papua. Kita semua tahu masih adanya orang-orang yang
bermimpi kemerdekaan Papua melalui perang gerilya. Tantangan keamanan di Papua
telah direspon dengan pendekatan soft power pemerintah (yaitu pendekatan
persuasi politik bagi mereka yang mengangkat senjata untuk berintegrasi kembali
dengan masyarakat secara damai) . Pada saat yang sama, Pemerintah juga
menegaskan pendekatan hard power yang terukur, dalam bentuk penegakan hukum
yang dilaksanakan dalam kerangka hukum, termasuk sistem peradilan dan di bawah
pengawasan Komnas HAM dan masyarakat sipil lainnya. Metode ini tidak hanya
diterapkan di Papua tetapi di seluruh Indonesia. Masyarakat Internasional
sangat memuji perkembangan positif ini. Seperti laporan bank dunia yang
dikeluarkan pada Juli 2014 berjudul "Bagaimana Konflik besar mereda bukti
dari Indonesia.
2. Unsur
lain dari tindakan genosida adalah "menyebabkan kecacatan tubuh serius
atau mental untuk anggota kelompok". Tidak
ada Kebijakan Indonesia seperti itu di Papua. Sebaliknya kebijakan dari
Indonesia, baik pemerintah pusat atau provinsi untuk memberikan pelayanan
kesehatan terbaik. Menurut BPS, ada 534 pusat kesehatan masyarakat tersedia di papua. Menurut konvensi lain dari genosida adalah
"Pembebanan yang disengaja pada kondisi kehidupan kelompok yang membawa
kehancuran fisik di keseluruhan atau sebagian".
Apa yang
terjadi di Papua adalah sebaliknya. Papua dan Indeks Pembangunan Manusia Papua (IPM) telah meningkat dari tahun ke tahun, Provinsi
Papua bahkan telah melampaui rekor HDI dari provinsi lain seperti NTT dan NTB.
Peningkatan IPM di Papua telah ditopang oleh peningkatan kualitas kesehatan
masyarakat oleh Pemerintah.
Tindakan
genosida juga mengindikasikan adanya "langkah-langkah mengesankan yang
dimaksudkan untuk mencegah kelahiran kelompok dan juga Secara paksa memindahkan
anak dari kelompok ke kelompok lain".
Tidak ada
kebijakan seperti itu di Papua. Faktanya adalah ada perbaikan pada harapan
hidup di Papua dari tahun ke tahun, angka kelahiran semakin bertambah, pada
saat yang sama tingkat kematian di Papua telah berkurang secara umum bahkan ada
peningkatan tingkat kesuburan di Papua.
Begitu juga dengan Pendidikan di Papua, Pendidikan
memiliki peranan yang sangat penting guna mencerdaskan suatu bangsa oleh karena
itu, Bidang Pendidikan di Papua adalah salah satu kebijakan yang diutamakan Pemerintah
Indonesia selain bidang perekonomian . Untuk
daerah pedalaman di Papua yang jauh dari perkotaan oleh Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia telah di Programkan, “Guru Garda Depan (Guru bantu)” guna meningkatkan mutu pendidikan untuk
mengatasi kekurangan guru serta meningkatkan pendidikan dasar walau pada
pelaksanaannya masih kurang maksimal, hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran
wali murid di daerah pedalaman akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka.
OPM sengaja mengembangkan
isu Pelanggaran HAM Berat / Genosida sebagai strategi untuk mendapatkan simpati
masyarakat, meskipun demikian akal sehat akan selalu mampu membedakan antara
kenyataan sesungguhnya dari berbagai kebohongan elite Politik OPM tentang Papua.
Mari kita
cermati bersama kenapa sampai saat ini Papua perkembangannya tertinggal dari
daerah-daerah lain di Indonesia, salah satunya adalah adanya sekelompok kecil
gerakan sparatis yang selalu menebar terror, intimidasi, propaganda dan
lain-lain untuk menciptakan ketakutan dan rasa tidak aman di masyarakat dalam
beraktivitas khususnya daerah pedalaman.

keseriusan Pemerinth Indonesia harusnya disambut baik oleh tong orang Papua, tong su merasakan ko, apa yang ssudah di bangun oleh pemerintah selma tong hidup di Papua ini. sekolah2 SD SMP SMA, sampe ada di puncak2 gunung dsana., tapi tong swebgai orang Papua sendri sering malas. oleh itu kita harus mau mengakui kekurangan kita.
BalasHapusSyukur Alhamdulillah di tahun ini Saya mendapatkan Rezeki yg berlimpah sebab sudah hampir 9 Tahun Saya bekerja di (MALEYSIA) tdk pernah menikmati hasil jeripaya saya karna Hutang keluarga Sangatlah banyak namun Akhirnya, saya bisa terlepas dari masalah Hutang Baik di bank maupun sama bos saya di Tahun yg penuh berkah ini,
HapusDan sekarang saya bisa pulang ke Indonesia dgn membawakan Modal buat Keluarga supaya usaha kami bisa di lanjutkan lagi,dan tak lupa saya ucapkan Terimah kasih banyak kepada SHOLEH PATY karna Beliaulah yg tlah memberikan bantuan kepada kami melalui bantuan Nomor Togel jadi sayapun berhasil menang di pemasangan Nomor di TOTO MAGNUM dan menang banyak
Jadi,Bagi Teman yg ada di group ini yg mempunyai masalah silahkan minta bantuan Sama KI SHOLEH PATY dgn cara tlp di Nomor ;0825-244-669-169 percaya ataupun tdk itu tergantung sama anda Namun inilah kisa nyata saya