Sejarah perlu dipahami secara utuh dan
berkesinambungan. Pemahaman sejarah yang hanya dengan membaca potongan-potongan
fragmen, sementara sebagian fragmen telah dipenggal dan diputar balikkan tidak
sesuai dengan fakta dan kenyataan yang ada, akan melahirkan pemahaman
menyimpang bagi generasi muda.
Baca Sejarah Perjalanan Papua sebagai bagian
NKRI :
Belum lama ini, para aktivis KNPB telah
menyelenggarakan Diskusi Panel bedah Jurnal West Papua dan Hak Penentuan Nasib
Sendiri dalam Hukum Internasional sebuah Propaganda untuk memutar balik fakta
sejarah Papua bertujuan mengupayakan pemisahan Papua dari NKRI yang menganggap keputusan
PBB tidak syah sesuai Hukum Internasional.
Sebuah ironi ketika opini dikembangkan, Kampus
yang seyogyanya dijadikan tempat untuk menimba ilmu bagi kecerdasan anak bangsa
dijadikan tempat buat pembodohan bagi kepentingan Politik, Ketika Wakil Rektor bidang
Kemahasiswaan yang seharusnya melarang segala kegiatan mahasiswa yang tidak ada
kaitannya dengan kegiatan proses belajar di lingkungan Kampus justeru
menyediakan tempat dan sebagai penanggung jawab upaya kegiatan makar dan alangkah
nistanya bila Agama pun tidak luput dijadikan alas bagi kepentingan kelompok
untuk menarik simpatik masyarakat dengan membodohi umat.
Kegiatan ini dilaksanakan di diselenggarakan
di Aula Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) beberapa hari lalu dengan
pembicara antara lain : Romsumbre Harry, Yason Ngelia, Victor F. Yeimo dan
aktivis yang hadir diantaranya Ishak Rumbarat (Pembantu Rektor 3 USTJ), Agus
Kosay (Ketua I KNPB Pusat), Ones Suhuniap (Sekretaris KNPB), Mecky Yeimo
(Aktivis KNPB), Warpo Wetipo (Aktivis KNPB) dan sekitar 200 pendukung KNPB.
Jurnal West Papua telah diupayakan oleh Benny
Wenda yang berdomisili di Inggris dengan menyewa pengacara asal Inggris untuk
menulisnya, sungguh sebuah pembodohan
publik dimana proses Papera tahun 1969 yang telah dilaksanakan, disepakati dan
diputuskan oleh organisasi besar seperti PBB dikatakan tidak sesuai dengan prosedur.
Isu-isu propaganda dengan dalih
memperjuangkan masyarakat Papua adalah alibi
menyesatkan yang dilakukan ULWP dan KNPB seperti Beny Wenda, Pdt.
Socrates Sofyan Yoman, Victor Yeimo, Buchtar Tabuni, Octo mote dan lain-lain dengan
memanfaatkan dan memelintir sejarah untuk mencari tenar dan memperkaya diri.
Mereka hidup glamour dan penuh kemewahan dengan menggunakan isu Papua Merdeka,
ironisnya mereka tidak punya konsep bahkan memikirkan dalam arti sesungguhnya
tentang pembangunan disegala bidang demi kesejahteraan maupun kemakmuran
masyarakat Papua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar