Adanya
berbagai upaya menyudutkan pemerintah baik di dalam negeri ataupun di luar negeri dengan mengembangkan
isu HAM, Genosida dan lain-lain yang dilakukan gerakan separatis politik OPM ataupun
berbagai ancaman, intimidasi bahkan terror yang dilakukan gerakan separatis
bersenjata TPNOPM tidak menyurutkan upaya pemerintah pusat dalam membangun
Papua.
Selain kebijakan Politik dan Keamanan terkait
Papua yang sudah dilaksanakan Pemerintah yaitu pemberian grasi bagi tahanan
politik, membuka akses bagi jurnalis internasional. Keseriusan Pemerintah dalam membangun Papua selain masalah
pendidikan juga meliputi Kebijakan ekonomi dan infrastruktur.
Seperti beberapa waktu lalu yang disampaikan
oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwi
Atmoko saat bertemu dengan wakil Gubernur Papua Barat Irene Manibuy,
bahwa Papua Barat akan dibangun jalur kereta kereta api berkecepatan tinggi yang
mampu menjalankan kereta ekspres pada kecepatan maksimum hingga 250 kilometer
per jam, Kereta yang digunakan akan mampu membawa beban yang lebih besar, mirip
dengan yang akan digunakan di Sulawesi dan Kalimantan dan berjalan lebih cepat
daripada kereta di Jawa dan Sumatera.
Fase pertama dan kedua pembangunan akan berlangsung
antara 2016 dan 2019, "Pertama pemerintah daerah harus membersihkan lahan,
menguji rute, menilai dampak lingkungan dan mencari rekomendasi dari pimpinan
daerah di daerah yang akan dilewati. Pembangunan jalur kereta api Papua Barat akan dilakukan dalam
tiga tahap dan total panjang jalur kereta api dari Manokwari ke Sorong dengan jarak
390 kilometer.
Baik pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah telah melakukan usaha serius agar pembangunan di Papua berjalan dengan
lancar, terkait adanya berbagai upaya dari kelompok OPM yang ingin memisahkan
Papua dari NKRI tidak menyurutkan kepercayaan masyarakat Papua terhadap
pemerintah, hal ini juga pernah disampaikan Gubernur Papua Lukas Enembe dalam
pernyataan Persnya beberapa waktu lalu bahwa, NKRI harga mati bagi masyarakat
Papua dan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh oleh
sekelompok orang yang mencoba merusak
tatanan yang mulai terbangun dengan baik di tanah Papua. Masyarakat Papua sudah
merdeka dan hidup di negeri sendiri, saat ini Papua hanya fokus pada bagaimana
cara mensejahterakan seluruh masyarakat dan bekerja bersama-sama dalam membangun
Papua yang lebih baik lagi dari saat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar